Langsung ke konten utama

Bahasa Indonesia Itu Penting

Pengen banget cerita-cerita di blog ini, kalau udah buka blog pasti tangan gue gatel mulu pengen nulis. Gue bakal cerita gimana rasanya tinggal di suatu tempat yang adat istiadat nya beda, budaya nya walaupun masih dilingkup Indonesia. 

Perjalanan gue sampai bisa kuliah di Semarang dan mengenyam pendidikan di Undip mungkin biasa-biasa aja gak ada yang istimewa bahkan lebih banyak cerita menarik dari orang lain tentang dunia perkuliahan mereka. Tapi di sini gue bakal tetap sharing pengalaman gue.

Pertama pas gue nyampe semarang ini tahun 2017 gue bener-bener seneng bisa kuliah di sini. Kota Semarang ini punya keunikan tersendiri. Dari bangunannya, objek wisatanya juga bagus, dan gue bahkan sempat membanding-bandingkan hal-hal yang ada di Minang dengan Semarang. Tapi sebenernya gak ada gunanya buat membandingkan sesuatu hal, karena setiap tempat mempunyai kelebihan dan keunikan masing-masing.

Nah, kalau di Jawa tentunya punya bahasa daerah sendiri dan disini lagi-lagi gue harus mencoba beradaptasi dengan bahasa daerahnya. Karena gue juga gak biasa  ngomong bahasa Indonesia di rumah dan biasa menggunakan bahasa Minang di rumah, gue sempat bingung juga mengartikan suatu kata ke bahasa Indonesia.

"Mbak, aku bungkus nasinya ya mbak pakai sambel." 

Haha kalau gue inget itu gue pengen ketawa, dan karena gak bisa bahasa Jawa jadi komunikasi yang efektif adalah menggunakan bahasa Indonesia. Maksud percakapan gue itu ketika gue beli nasi di warteg jadi gue minta bungkus nasi pakai lauk, karena di Minang bahasa lauk-pauk itu samba makanya gue bilang sambel kalau sambel itu di Minang namanya lado (lada/cabe yang udah di masakin) . Si mbak warteg itu sempat keliru dia cuma numpukin sambel (cabe) doang di atas nasi gue dan kemudian di bungkus gitu aja. Gue pun juga bingung masak gue makan cuma pakai sambel dan gak ada lauk-pauk nya. 

"Mbak, ayamnya gak dimasukin mbak?" tanya gue.

"Tadi kata mbaknya cuma sambel doang." mbak nya senyum-senyum kayak ngetawain gue.

"Maksud aku di kasih ayam mbak, bukan cabenya," si mbak malah ketawa, sempat nanyaiin gue asli mana.

"Pantesan aku kebingunan kirain sambel makanya tak kasih sambelnya aja, kalau di sini itu kayak ayam, ikan, telur itu namanya lauk mbak."

Sumpah gue malu banget waktu di warteg, mana ramai orang yang makan lagi. Dan intinya tempat baru adalah pengalaman baru, gue bener-bener belajar banyak hal-hal yang baru. Walaupun kita ngomong dirumah pakai bahasa daerah kita juga harus tetap berlatih bahasa Indonesia biar nantinya kita kalau ngomong sama orang di suatu tempat atau ngomong sama orang yang bukan dari daerah  kita bisa gak salah ucapan atau ngomong bahasa Indonesianya kesandet gitu. 

Dan dari semua cerita gue, bahwasannya bahasa Indonesia itu penting. Maka belajar lah dan hilangkan rasa malu buat bicara di depan orang.

Komentar